Voluntir di Kunimi-en Jepang

Ceritanya tahun ini saya memutuskan untuk tidak pulang ke negeri tercinta Indonesiaku karena *ehem* sebagian alasan personal dan di sisi lain ingin mencoba hal baru. Bekerja di dunia IT dan telko walau cukup seru terlebih lagi beberapa saat lalu ganti project yang jauh lebih menyenangkan menantang bersama tim dan kolega-kolega yang kompeten serta menawan. Ahey.

Jadilah September kemarin saya berpartisipasi di program voluntir dan kebetulan diterima di institusi social welfare di Jepang. Walau tak lama hanya 2 minggu saja, namun bertemu dengan berbagai macam orang, liburan juga belajar bahasa dan belajar sedikit mengenai sistem social welfare di Jepang cukup memberikan angin segar dari keseharian saya yang biasanya bergaul dengan benda elektronik saja huks. P1240254

Adalah Kunimi-En, sekolah dan rumah untuk orang-orang dengan keterbelakangan mental mulai dari 25-75 tahun, mulai dari autism, down syndrome, dan lainnya yang terletak di pinggir kota Kofu di prefektur Yamanashi. Sebenarnya Kunimi-En sendiri lebih bertujuan untuk mengenalkan program welfare di Jepang dengan segala aktivitasnya. Makanya saya dan seorang voluntir lain dari Taiwan lebih diperlakukan sebagai tamu ketimbang pekerja voluntir; diinapkan di hotel tradisional ala Jepang “ryokan”, diantar jemput setiap hari dari ryokan menuju Kunimi-En, m20140902_203734_HDRakan dimasakin pegawai Kunimi-en dan merekapun sangat hati-hati dengan makanan yang disajikan kepada saya yang tanpa babi dan alkohol aduhay senangnya. Direktur Kunimi-en pun meluangkan sehari waktunya untuk mengantar kami berjalan-jalan ke kuil setempat, bermain di klub olahraga tradisional Jepang, dan sekitarnya.

20140905_134139_HDR

Selama seminggu kami melakukan berbagai aktivitas dengan para penghuni Kunimi-En mulai dari memasak dessert Jepang, dan membuat teh Taiwan bersama, lomba karaoke dan menjadi juri, berkerajinan tangan, menyusun kartu pos, bersih-bersih bersama, dan lain-lain. Walaupun mereka punya banyak keterbatasan secara fisik, namun pegawai-pegawai Kunimi-En selalu melatih mereka supaya mandiri dan gak kehilangan self ability dalam kegiatan sehari-hari. Hari terakhir para penghuni Kunimi-En tampak sedih sekali mengantar kepergian kami. Begitupun saya.. harus kembali lagi ke dunia nyata ehehe.. Mudah-mudahan saya ada kesempatan untuk kembali mengunjungi para Kunimi-en-ers. 頑張って ください!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s