Campur aduk dalam berbahasa

Menulis dengan sempurna dalam bahasa Indonesia itu ternyata tidak mudah. Sekarang sudah biasa yang namanya campur aduk dalam berbahasa. Ketika sedang berbicara ataupun menulis, sering sekali kita menggunakan istilah bahasa inggris dalam percakapan. Menulis blog disini sebenernya merupakan salah satu latihan terutama buat saya sendiri untuk bisa mengungkapkan sesuatu secara total dalam bahasa Indonesia.

Emang kenapa sih memangnya kalau campur aduk?

Sebenernya justru sekarang ini saya merasa kalau lebih normal berbicara atau menulis campur aduk dengan istilah bahasa Inggris karena banyak sekali yang terasa janggal ketika kita melokalisasi istilah asing dengan terjemahan langsung. Tapi, ada satu hal yang saya kagumi dari orang Perancis. Mereka berhasil menggunakan bahasa mereka sepenuhnya dan selalu punya terjemahan atas kata apapun. Menurut mereka bahkan aneh kalau kita menggunakan kata dalam bahasa asing ditengah-tengah percakapan dalam bahasa Perancis. Bahkan untuk istilah teknis dan ilmu pengetahuan pun, seluruh istilah diterjemahkan dalam bahasa Perancis. Tapi, kenapa sulit dilakukan dengan bahasa Indonesia?

Memang bukan rahasia kalau orang Perancis punya kebanggaan tersendiri dengan bahasanya. Sampai-sampai seluruh acara TV atau reportase selalu di dubbing ke dalam bahasa Perancis. (Nah contohnya nih, saya gak tau gimana terjemahan dubbing dengan tepat dalam bahasa Indonesia.) Tapi setelah saya perhatikan, ternyata ini masalah kebiasaan. Ketika baru datang pertama kali di Perancis, saya pun merasa sangat aneh mendengarnya. Masa tingkatan layer OSI dan banyak sekali istilah informatika atau jaringan yang harus saya sebut dalam bahasa Perancis. Tapi lama kelamaan, saya terbiasa menggunakan seluruh istilah mereka dan tidak campur baur ketika berbicara bahasa Perancis. Masalahnya, hampir seluruh rakyat Perancis memiliki prinsip dan kebanggaan yang sama terhadap bahasa mereka. Tentu saja ada beberapa pengecualian seperti para geek ataupun yang ke-amerika-amerika-an yang terkadang mencampur-adukkan bahasa.

Menurut saya, selama orang Indonesia tidak punya kebanggaan tersendiri dengan bahasanya, hal ini akan sulit diterapkan. Bahkan menurut saya sendiri terkadang beberapa istilah memang terdengar jauh lebih oke jika disebut dalam bahasa Inggris daripada diterjemahkan. Sebenernya banyak juga terjemahan bahasa Perancis yang bikin saya terkekeh-kekeh. Contohnya istilah bridge pada ilmu jaringan selalu kita sebut sebagai le pont dalam bahasa Perancis. Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya kalau bridge kita sebut “jembatan” dalam bahasa Indonesia pada konteks teknologi jaringan. Hihihihi

One thought on “Campur aduk dalam berbahasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s