Catatan bekerja di Prancis[1] – Budaya Kerja

Bekerja di Perancis menjadi pengalaman unik tersendiri buat saya. Apalagi sebelumnya saya tidak pernah bekerja di Indonesia sehingga disini murni pengalaman kerja pertama saya yang ingin saya bagi mudah-mudahan bisa jadi masukan buat yang tertarik dengan budaya kerja orang Perancis, khususnya orang Bretagne dan Normandie karena selama 4 tahun ini, saya berada disekitar 2 daerah tersebut.

Kolega bukan teman

Buat orang Asia apalagi kita pendatang yang merantau ke negeri orang, tentunya ingin bisa punya banyak teman lokal di negara tujuan. Saya juga tidak luput. Perilaku penduduk negara maju yang individualis memang pada dasarnya tidak butuh ruang untuk berkehidupan sosial. Di Asia, kolega kantor biasanya juga merupakan teman dimana kita juga bisa berbagi cerita-cerita kehidupan pribadi, keluarga, dan sejenisnya. Tapi disini tidak. Hubungan kekolegaan hanya berhenti sebatas lingkup dunia profesional saja, bukan teman yang bisa diajak kongkow-kongkow ketika bosan, nomat, ngupi-ngupi, jalan-jalan, dsb. Paling banter makan-makan di restaurant untuk perpisahan kolega lain yang keluar dari kantor atau soirée pergantian musim. Diskusi pun sebatas pekerjaan atau tukar pendapat di bidang profesional. Sepersonal-personalnya diskusi pribadi saya lihat paling hanya kegiatan weekend, ngomongin(baca: ngebully) bos, ngeluhin cuaca, gaji atau apapun yang bisa dikeluhin dan bukan curhat mengenai pacar, istri atau bergalauria bersama.

Hobi diskusi berita lokal

Untuk bisa nyambung dengan pembicaraan para kolega khususnya orang Perancis, penting banget untuk tau kejadian-kejadian lokal. Orang Perancis gak terlalu suka ngobrolin hal-hal mengglobal yang mendunia atau isu-isu international yang lebih umum. Mungkin karena pertama lingkungan kerja saya bukan lingkungan multikultural. Maka dari itu, penting banget buat kita untuk keep up-to-date dengan hal-hal yang lagi “in” di kota kita. Mulai dari restoran lokal yg enak dicobain, pertandingan tim bola lokal (read: ibarat persib, persijanya deh), rute jalan yang baru, kebijakan baru dari lurah/camat setempat, band2 lokal, dsb. Beda banget ketika saya kuliah, waktu itu ada puluhan bangsa di kampus, sehingga obrolan lebih ke isu-isu global dan international. Jadi buat kita orang asing, penting banget untuk ngikutin berita sekitar, sering keluar nyoba ini itu tentunya diimbangin dengan kemampuan bahasa perancis yg oke.

Kakunya orang Perancis

Dalam pekerjaan, orang Perancis mnurut saya kaku alias saklek sama peraturan (read: dokumen atau spec). Kalau untuk ngerjain A, caranya itu K-L-M-N ya gak boleh diganti jadi R-S-T-U. Disatu sisi, hal ini membuat pekerjaan orang perancis rata-rata selalu sesuai spek atau SOP. Tapi disisi lain, butuh waktu lama untuk ngerjain sesuatu dan setuju sama hasil yang dikerjain.

Work detailed-oriented, but not result oriented

Orang perancis lebih fokus terhadap proses daripada hasil. Ini yang berkebalikan banget sama saya yang lebih mentingin hasil cepet jadi dulu😛. Mereka jeli banget ngeliat hal-hal kecil yang janggal dalam kerjaan, tapi menurut saya kurang bisa memrioritasin bigger picture. Jadi terkadang banyak waktu yang terbuang hanya untuk ngurusin hal kecil yang gak terlalu penting sehingga deadline sering keundur. Tapi untungnya, kerjaannya jadi lebih mentingin kualitas dan gak asal launch produk aja. Produk yang dihasilin juga sesuai spesifikasi dan requirement, sehingga buat long term development lebih enak buat orang baru yang ngambil alih projectnya.

Pecinta rapat alias réunion

Yes, orang Perancis hobi banget yang namanya réunion. Isu sekecil apapun harus dibahas di rapat atau phone conference. Ini juga salah satu pendukung ngaretnya deadline kerjaan, yang mana orang Perancis gak terlalu peduli deadline diundur terus yang penting tiap tahapan kerjaan bisa divalidasi dengan baik dan diujung waktu gak perlu ngecekin lagi dari awal. Gak jarang deadline bisa keundur berbulan-bulan karena kebanyakan rapat dan tiap rapat pasti menghasilkan isu lain yang perlu dibahas lagi di rapat berikutnya.

3 thoughts on “Catatan bekerja di Prancis[1] – Budaya Kerja

  1. Pingback: Catatan bekerja di Perancis – Part 2 | a simple thought

  2. hallo mbak.. klo boleh tau sudah brp lama tggl di france? sebelum nya kuliah disana ya? saya tertarik utk stay di france. tentu nya di ikutin dgn pekerjaan disana juga. hehe. skrg sndr sy posisi nya sedang bekerja di jpg dan pengen pindah mencari suasana baru di eropa. ada saran ga mbak? btw boleh minta fb nya? merci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s