Beda pengamen dan pengemis?

Khususnya di Bandung ini, di daerah Dago aja udah ada puluhan bahkan ratusan pengamen dan pengemis. Kalau difikir-fikir, apa ya bedanya pengamen dan pengemis ?

 

Pengemis -> meminta-minta dengan mengiba-iba..

Pengamen -> bernyanyi..

Buat kasus pengamen, dengan kata lain mereka melakukan pekerjaan secara sukarela. Istilahnya, tidak diinginkan oleh sang pendengar yang dimintai uang.

Nah, orang-orang yang memberikan uang kepada sang pengamen ataupun pengemis ini biasanya berdasar kepada:

  • Rasa kasihan
  • Biar cepat-cepat selesai lalu pergi dan gak mengganggu lagi
  • Untuk pengamen, sebagai bentuk penghargaan karena senang mendengarkan lagu yang dinyanyikan (yang ini persentase kejadiannya kecil sekali)

 

Nah, kalau begitu, bukannya pengamen = pengemis yah.. Karena terkadang di masyarakat menempatkan pengamen lebih mulia (karena “terlihat seperti bekerja”) dibanding pengemis. Jadi, bedanya pengamen dan pengemis itu apa ya? Perasaan tujuannya sama deh.. 😕 Adakah yang bisa kita lakukan untuk mereka…

5 thoughts on “Beda pengamen dan pengemis?

  1. klo gw mending ngasih uang ke pengamen daripada ke pengemis. alasannya ya itu, karena lebih ada usaha.

    tapi itu juga cuma buat pengamen yang ‘niat’, dengan suara bagus dan skill maen musik yang lumayan. klo gak, gw anggep cuma ngemis tapi pura2 ngamen, hehe..

  2. Tadi siang baru aja saya ‘diameni’ ketika saya makan pecel madiun di Gelap Nyawang. Pengamen udah nyanyi agak lama… trus saya tinggal bayar pecel, dan saya nggak ngasih duit. Terdengar suara kecewa dari mulut sang pengamen.

    Untuk kasus saya ini, lebih tidak mengganggu pengemis daripada pengamen. Pengamen sepertinya nguber2 pembeli ketika makan.

    Tapi kalau dinilai dari tujuannya, nggak cuma pengemis dan pengamen yang sama tujuannya… karyawan di kantor juga tujuannya sama… nyari duit. Bukankah begitu?

  3. @coro
    Gua menilai dari motif dan caranya😀 Menurut gua pengamen=pengemis..karena intinya mengharapkan duit atas ‘belas kasihan’. Bukan sebagai penghargaan terhadap hasil kerja..🙂

  4. ngga bisa nyalahin mereka jg sih, yg mungkin emang butuh uang.

    nah ini, mahasiswa yg ngakunya ‘putera puteri terbaik bangsa’ aja juga ngamen buat ngedanus.. piye toh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s