June 20, 2008
Terimakasih pada teman-teman yang telah mendoakan dan mengingat hari kelahiran saya ini…
Terutama buat 10 orang pertama yang mengucapkan…^_^
Iwa * Adi * Dito * Tya * Epid * Mama * Leni * Papa * Adek Mira * Fitri
Semoga doa yang dikirimkan dikabulkan..
Tentunya sekarang saya sudah dewasa (alias memasuki kepala 2
)
3 Comments |
Uncategorized |
Permalink
Posted by irsalina
May 6, 2008
Pastinya hal ini cukup sering terjadi di kos-kosan. Mulai dari kosan sederhana sampai yang mahal. Ternyata tak hanya di kosan sendiri, tapi di kosan temen-temen juga banyak.
Setelah ditilik-tilik, berbagai kasus kehilangan ini disebabkan karena…
- Memang tertukar dengan teman kosan [yang ini sih gak masalah]
- Di suatu kos-kosan teman di Imam bonjol, hal itu terjadi karena ada salah seorang anak kos-kosan yang senang memakai jaket untuk menutupi baju-baju yang dia ambil.. Walhasil, teman saya tidak pernah mencuci baju-bajunya yang lumayan bagus.. Motif si pengambil baju tampaknya karena ingin menggunakan baju2 yang bagus..
- Di suatu kos-kosan teman di Cisitu, yang terjadi sama dengan nomor2. Terkadang, baju yang telah hilang sebulan ditemukan kembali. Setelah banyak kasus terjadi, akhirnya satu kos-kosan kompak melapor kepada bapak kosan untuk menggeledah lemari ‘yang dicurigai’ ketika ‘dia’ sedang pergi. Dan akhirnya semua baju kembali kepada sang pemilik..
- Nah, yang ini dikosan gua sekarang.. Ternyata, salah satu teman kosan melihat baju2nya yang hilang dipakai oleh salah satu pembantu yang mencuci baju2 kami. Wow!! Tak diduga. Padahal selama ini kalau ada baju sendiri yang hilang, memang dikira karena tertukar. Ibu kosan juga udah menyuruh cross-check dulu ke tiap anak kosan. Tapi, feeling mengatakan memang tak tertukar. Karena lama banget gak dibalikin ke lemari cucian. Sembari menanyakan ke teman2 kosan dan berencana untuk melapor kembali ke ibu kosan. Tapi entah kapan.
Yang ini, rada bingung motifnya.. Secara si pembantu udah berumur kira2 40awal, dan baju2 yang diambil rasanya sulit dibayangkan akan dipakai oleh ‘dia’. Bingung juga sebenernya mau diapakan baju2 yang diambil. Mungkin dijual ke Gede Bage kali yah.. Total baju kehilangan sampai saat ini yang diketahui juga udah lumayan banyak ( >20an). Jadi, kita musti ngapain? Apakah baju2 kami bisa kembali? [rada ragu
]. Kita tunggu saja berita selanjutnya…
2 Comments |
Fenomena | Tagged: baju hilang, Kos-kosan |
Permalink
Posted by irsalina
April 8, 2008
Ini topik yang paling hangat di milis civitas…¤Do we really need to discuss that? ¤
Membahasnya rada melelahkan gak sih? Hanya membuat sakit hati pihak jujur dan makin membuat pihak pencontek meraja-lela.
Buat saya, hanya ingin mengambil pelajaran dari kasus-kasus yang terjadi. Dari pengamatan, menyontek dilakukan oleh sebagian besar anak-anak orang kaya. Tidak bermaksud men-generalisir semuanya. Tapi kenapa ya, saya belum pernah melihat tuh, anak orang-orang tidak mampu atau yang kehidupannya penuh susah payah perjuangan yang mencontek.
Jadi salah satu pertimbangan bagaimana mendidik anak nantinya.
Hidup nyaman terkadang memang kurang menjamin…
11 Comments |
Fenomena | Tagged: Kuliah, Mencontek |
Permalink
Posted by irsalina
March 28, 2008
Terinspirasi dari postingan seorang teman, Yang Terabaikan ..
Untuk menyelamatkan orang yang tenggelam, kita tidak bisa hanya berdiri di atas daratan dan berteriak-teriak minta tolong. Melainkan, kita harus terjun ke air dan menarik orangnya. Jika dia meronta-ronta karena panik, kasari sampai dia tidak sadar atau lemah sehingga kita bisa lebih leluasa untuk menariknya ke atas.
Salah satu prinsip yang saya pegang. Di dunia nyata.
Terhadap teman yang ‘terjerumus’, terhadap komunitas yang ‘terpuruk’ dan terhadap kondisi yang ‘mengkhawatirkan’, tidak seharusnya kita mencaci menghujat menghakimi, terdiam apatis, berdiri memandang menatap saja, berteriak minta-tolong.
Melainkan masuk sistem dan berkontribusi, lakukan sesuatu untuk perubahan serta memberikan tamparan keras untuk kebaikan akan mengingatkan. Juga karena orang yang ingin masuk surga sendirian tidak akan masuk surga.
Tapi benarkah untuk masuk surga kita harus ‘mencicipi’ neraka dahulu? Karena ketika prinsip itu diimplementasikan, mau tidak mau kita harus ikut basah, mau tidak mau menjadi kotor dahulu dan jika berhasil dapat keluar untuk membersihkan. Jika ternyata tidak kuat melawan pusaran, terseretlah sejauh-jauhnya.
Read the rest of this entry »
1 Comment |
Fenomena |
Permalink
Posted by irsalina
March 13, 2008
Setelah dihantui oleh kenaikan harga kosan. Ingin mencari kosan baru yang harganya lebih murah, tetapi rata-rata murahnya hanya beda-beda tipis..
Bandung, apalagi di daerah Dago, pusat perkuliahan, ITB, UNPAD, ITHB, UNIKOM, dll. Begitu banyak universitas tetapi entah kenapa harga kosan malah pada melambung. Semakin dekat ke kampus, semakin mahal, jauh dari kampus pun, tetep mahal.. -__-’ Bahkan kosan wanita pun, harga termurah (dengan tempat cukup layak dan nyaman untuk belajar), paling murah adalah sekitar 400ribuan. Belum menunjang kebutuhan ber-internet tentunya.
Ternyata meningkatnya tingkat komersialitas pendidikan juga membuat meningkatnya kekomersialitas ibu-ibu kos-kosan. Mungkin juga karena Bandung juga dibentuk sebagai kota perbelanjaan alias kota-kota gaul yang konsumtif. Seperti kosanku, baru dinaikkan 100ribu rupiah tanpa alasan apapun. -__-’ Padahal listrik, air, dan lain-lain juga gak naik. Ingin pindah lagi tetapi udah nanggung. Apa kata dunia, kuliah cuma 4 taun, pindah kosan lebih dari 4 kali. Yah, pasrah saja lah….
9 Comments |
Fenomena |
Permalink
Posted by irsalina
March 4, 2008
Mengenai kuliah, dikejar kebingungan tujuan…
Mengenai masa depan, dihantui ketidakpastian…
Mengenai hidup, ada sejuta persepsi akan makna…
Mengenai akhirat, terjebak kegelisahan setiap saat…
Untuk Tuhan, ada beribu pertanyaan… ♥
Sebelum kontrak hidup di dunia habis segera…
Mengenai semua hal, harus kutentukan jawaban…
bagaimana dengan anda…
6 Comments |
berfikir |
Permalink
Posted by irsalina
February 26, 2008
Khususnya di Bandung ini, di daerah Dago aja udah ada puluhan bahkan ratusan pengamen dan pengemis. Kalau difikir-fikir, apa ya bedanya pengamen dan pengemis ?
Pengemis -> meminta-minta dengan mengiba-iba..
Pengamen -> bernyanyi..
Buat kasus pengamen, dengan kata lain mereka melakukan pekerjaan secara sukarela. Istilahnya, tidak diinginkan oleh sang pendengar yang dimintai uang.
Nah, orang-orang yang memberikan uang kepada sang pengamen ataupun pengemis ini biasanya berdasar kepada:
- Rasa kasihan
- Biar cepat-cepat selesai lalu pergi dan gak mengganggu lagi
- Untuk pengamen, sebagai bentuk penghargaan karena senang mendengarkan lagu yang dinyanyikan (yang ini persentase kejadiannya kecil sekali)
Nah, kalau begitu, bukannya pengamen = pengemis yah.. Karena terkadang di masyarakat menempatkan pengamen lebih mulia (karena “terlihat seperti bekerja”) dibanding pengemis. Jadi, bedanya pengamen dan pengemis itu apa ya? Perasaan tujuannya sama deh..
Adakah yang bisa kita lakukan untuk mereka…
5 Comments |
berfikir |
Permalink
Posted by irsalina
February 12, 2008
Memulai hari yang baru, mengevaluasi hari-hari yang telah dilewati, memandang kembali visi-visi, memetakan misi-misi, menyemangati diri akan resolusi dan tujuan hidup, menafakuri karunia Tuhanku, mengingat masa-masa yang tak mungkin kembali, menyadari berapa lama sisa waktu…
Beberapa bulan yang lalu gw memahami…bahwa…
- proses definitely menentukan hasil akhir
- kejadian demi kejadian tidak menentukan hasil akhir
- usaha selalu membuahkan hasil
- kejujuran dan keikhlasan selalu menghasilkan buah yang manis
- aku sendiri yang menentukan awal, perjalanan dan akhir nasibku
- help others by help yourself
- semakin banyak memberi, semakin banyak menerima
- keinginan untuk mengembalikan waktu untuk mencegah penyesalan di masa kini, kelak diri tidak akan melakukan hal yang lebih baik…yang terpenting apa yang dapat dilakukan sekarang untuk mengubah masa depan
Selamat datang hari-hari baru ku…
Dengan ini berharap kelak di kemudian hari tidak akan mengulangi kesalahan…
Selamat tinggal masa lalu…
Kelak tidak akan kulupakan namun kujadikan pelajaran agar tak menyesal di kemudian hari…
7 Comments |
berfikir |
Permalink
Posted by irsalina
February 10, 2008
Beberapa hari yang lalu makan di Rumah Makan Ampera. Tak sengaja memilih ayam yang bagian pantatnya menempel. Ehhh, setelah digoreng gak lepas juga trus bentuknya jadi lucuu…hihihi…^_^
Tuhh, lucu kan…?? ^_^

Leave a Comment » |
Uncategorized |
Permalink
Posted by irsalina
October 1, 2007
hari ini…19 Ramadhan 1428
Setelah merasa amat sangat berdosa beberapa hari ini sama sekali gak tarawih di Masjid maupun di rumah karena banyaknya acara buka puasa di sana-sini. astaghfirullah….
Akhirnya hari ini bisa menguatkan niat untuk tarawih lagi. Hari ini hari ke 19, menuju malam 20. Ternyata hanya ada 2 saf saja di Salman. hmm :-/ Melihat dan mengingat apa yang udah gua isi di 19 hari ini. jadi pesimis
Hari ini penceramahnya dari Percikan Iman. Beliau banyak cerita tentang orang Islam harus bisa menjadi power. Jika anda bukan siapa-siapa maka anda tidak akan didengar. Ketika anda menjadi ’seseorang’, saat itulah anda akan bisa mengajak yang baik dan mencegah yang mungkar. that’s why…Kita musti jadi yang terbaik, yang terbaik di kampus, yang terbaik di perusahaan, yang terbaik dimana saja.
Leave a Comment » |
berfikir |
Permalink
Posted by irsalina